Awal Hidup Rahman di Kota SemarangAngin sore berhembus lembut di sudut gang kecil di Semarang. Rumah papan yang ia tempati menjadi simbol perjuangannya. Hidup memaksanya dewasa sejak dini."Man, kamu sudah makan?" tanya ibunya. "Sudah, Bu, tenang saja," jawab Rahman, padahal ia belum makan.Pertemuan yang Mengubah Arah HidupPertemuan dengan Bima mem
Article Under Review
Article Under Review